Ratio Legis Of The Principle Of Sovereignty In The Regulation Of Plantation Business As A Settlement Of Land Disputes/Conflicts

Authors

  • Hairan Hairan Lecture, Faculty of Law, Mulawarman University, Indonesia
  • Imam Koesahyono Fakultas HUkum, Universitas Brawijaya
  • Tunggul Anshori Setia Negara Fakultas HUkum, Universitas Brawijaya
  • Bambang Sugiri Fakultas HUkum, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i6.1105

Keywords:

Principles of Sovereignty, Plantation Businesses, Disputes, Conflicts, Land

Abstract

Plantation businesses have existed since the past, especially growing rapidly during the Dutch colonial era. The Dutch Colonial Government then made several laws and regulations regarding the regulation of land . Currently, plantations are under the umbrella of the Plantation Law and UUCK. In terms of Legis ratio, the inclusion of "the principle of sovereignty in the Plantation Law actually increases the legitimacy of Plantation Companies to take MHA Ulayat land by force and arbitrarily. The principle of sovereignty in the Plantation Law is not in line with the state's right to control all natural resources in Indonesia's territorial territory. Land disputes and conflicts leading to plantation land are an indirect implication of the Principle of Sovereignty, which is systematically formalized in the Plantation Law to strengthen the position of Plantation Companies, even though it reduces the sacred value of a nation and State, which is given through the principle of sovereignty to Plantation Companies

References

AP.Parlingdungan, 1990, Komentar Atas Undang-undang Pokok Agraria. (Badung, Alumni).

AP.Parlindungan, 2003, Beberapa Masalah UUPA, (Bandung, Mandar Maju).

AP.Parlindungan, 2003, Pendaftaran Tanah di Indonesia, (Bandung, Mandar Maju)

Bernhard Limbong, Reforma Agraria, (Jakarta, Margaretha Pustaka, 2012).

F.Budi Hardiman, Demokrasi Deliberatif Menimbang “Negara Hukum” dan “Ruang Publik” dalam Teori Diskursus Jurgen Habermas, (Yogyakarta, Kanisius, 2009).

FX.Arsin, Dinamika Pemikiran Tentang Pembangunan Hukum Tanah Nasional; Kumpulan Tulisan Dalam Rangka Memperingati 90 Tahun Prof.Boedi Harsono, (Jakarta, Universitas Trisaksi, 2012).

Gunawan Wiradi, 2009, Seluk Beluk Masalah Agraria, Reforma Agraria dan Penelitian Agraria, (Yogyakarta, STPN Press bekerjasama dengan Sajogyo Institute).

Irawan Soerodjo, 2002, Kepastin Hukum Hak Atas Tanah Di Indonesia, (Surabaya, Arkola).

K.Wantjik Saleh, 1985, Hak Anda Atas Tanah, Cet ke-5, (Jakarta, Ghalia Indonesia).

Lieke Lianadevi Tukgali, Fungsi Sosial Hak Atas Tanah Dalam Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, (Jakarta, Kertasputih Communication, 2010).

Maleha Soemarsono, Negara Hukum Indonesia Ditinjau Dari Sudut Teori Tujuan Negara, (Jurnal Hukum dan Pembangunan Tahun Ke-37 No.2 April – Juni 2007).

Mardjono Reksodipuro, 2013, Perenungan Perjalanan Reformasi Hukum (Jakarta, Komisi Hukum Nasiona Republik Indonesia)

Maria.S.W.Sumardjono, Kebijakan Pertanahan Antara Regulasi dan Implementasi, (Jakarta, Kompas Media Nusantara, 2006).

Maruli Pardamean, Mengelola Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit Secara Profesional, (Jakarta, Penebar Swadaya, anggota Ikapi, 2014).

Muchsin, Imam Koeswahyono, Hukum Agraria Indonesia Dalam Perspektif Sejarah, (Bandung, Refika Aditama, 2014).

Nurhasan Ismail, Hukum Prismatik: Kebutuhan Masyarakat Majemuk Sebuah Pemikiran Awal, (Yogyakarta, Naskah Pengukuhan Guru Besar, disampaikan Rapat Terbuka Majelis Guru Besar Universitas Gadjah Mada, pada tanggal 12 Desember 2011).

Philipus Hardjon, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia, (Surabaya, Bina Ilmu, 1988).

Rusmadi Murad, 2013, Administrasi Pertanahan, Pelaksanaan Hukum Pertanahan dalam Praktek, (Bandung, Mandar Maju).

Rusdi Evizal, Dasar-dasar Produksi Perkebunan, (Jogyakarta, Graha Ilmu, 2014).

Sartono Kartodirdjo dan Djoko Suryo, Sejarah Perkebunan di Indonesia: Kajian Sosial Ekonomi, (Yogyakarta, Aditya Media, 1991).

Soetandyo Wignyosubroto, Metodologi Penelitian Filsafat, (Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1982).

Soelo Soemarjan, dan Soemardi Soeleman, 1974, Setangkai Bunga Sosiologi, Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum Suatu Pengantar, (Liberty, Yogyakarta,1999).

Sri Hajati, ed all, Politik Hukum Pertanahan (Buku Ajar), (Surabaya, Airlangga University Press, 2017).

Sri Hajati, Pengaturan Hak Atas Tanah dalam Kaitannya Dengan Investasi, Disertasi, (Surabaya, Program Pascasarjana, Universitas Airlangga,2003).

Sukirno, Politik Hukum Pengakuan Hak Ulayat, (Jakarta, Premedia Group, 2018)

Taufiqurokhman, Konsep dan Kajian Ilmu Pererncanaan, (Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Prof.Dr.Moestopo Beragama, 2008).

Urip Santoso, Hukum Agraria dan Hak-hak Atas Tanah, (Jakarta, Kencana Prenada Media Group, 2010)

Wirawan, 2010, Konflik dan Manajemen Konflik. Teori, Aplikasi, dan Penelitian, Jakarta, Salemba Humanika

Van Dijk, Pengantar Hukum Adat Indonesia, (Bandung, Sumur Bandung, 1982).

Ahmadin, Masalah Agraria di Indonesia Masa Kolonial, (Jurnal ATTORIOLONG Vol. IV,No. 1 Januari-Juni 2007).

Dwimas Suryanata Nugraha, Suteki, Politik Hukum Penanganan Konflik Perkebunan Oleh Pemerintah Yang Berkeadilan Sosial (Legal Politics The Handling Of The Plantation Conflict By The Government In Creating The Social Justice), Jurnal Kanun, Ilmu Hukum, Vol. 20, No. 1, (April, 2018).

Elli Ruslina, Makna Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 Dalam Pembangunan Hukum Ekonomi Indonesia, (Jurnal Konstitusi, Volume 9, Nomor 1, Maret 2012).

Hj.Salmi, Konversi Atas Tanah Hak Barat Suatu Tinjauan Yuridis, (Jurnal Pleno De Jure, Vol 4, No.5, Desember 2015).

Ida Bagus Kade ahyu Sudhayatmika dan Putu Gede Arya Sumertha Yasa, Pengaturan Hak Guna Usaha Terhadap Lahan Perkebunan di Indonesia, Jurnal Kertha Desa, Vol 8 No 10.

J.Sembiring, Konflik Tanah Perkebunan di Indonesia, (Jurnal Hukum, No.2, Vol 13, Mei 2006),

Lewis A. Coser, Social Conflict and the Theory of Social Change, The British Journal of Sociology, Vol. 8, No. 3. (Sep., 1957), pp. 197-207.

Masyrullahushomad dan Sudrajat, Penerapan Agrarische Wet (Undang-Undang Agraria) 1870: Periode Awal Swastanisasi Perkebunan di Pulau Jawa, (HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, Volume 7 No (2), 2019).

Muhammad Muhdar ed all, State failure in recognition and protection of indigenous peoples over natural resource access in East Kalimantan, (Jurnal: Asia Pacific Law Review, School of Law, City University of Hong Kong and our publisher Taylor & Francis),

http://www.tandfonline.com/page/terms-and-conditions, https://doi.org/10.1080/10192557.2019.1665921 hlm 5.

Downloads

Published

2024-06-20

How to Cite

Hairan Hairan, Imam Koesahyono, Tunggul Anshori Setia Negara, & Bambang Sugiri. (2024). Ratio Legis Of The Principle Of Sovereignty In The Regulation Of Plantation Business As A Settlement Of Land Disputes/Conflicts. International Journal Of Humanities Education and Social Sciences, 3(6). https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i6.1105

Issue

Section

Social Science