Indonesian Leadership Policies and Strategies In Facing The South China Sea Conflict

Authors

  • Aprianto Trianggoro Putro Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Endro Legowo Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Panji Suwarno Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Pujo Widodo Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Achmed Sukendro Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i3.802

Abstract

This research examines Indonesia's role in managing the South China Sea dispute using a conceptual framework of regional leadership that involves five models of leadership role impact. Indonesia's role in the South China Sea conflict is categorized as active but with limited impact. Despite Indonesia's active involvement in South China Sea conflict resolution efforts for over two decades, its impact has not reached the expected level. Indonesia has engaged in various cooperations and diplomacy that have successfully prevented open conflicts in the South China Sea region. Nevertheless, Indonesia's role in supporting internal solutions for the disputing parties remains limited due to several factors beyond Indonesia's control. These factors include the complexity of competition with China's power, low levels of trust among member states, a lack of technical cooperation in governing the South China Sea region, and the dilemmas of defense diplomacy with countries outside the region. This research highlights that Indonesia has the potential to act as a mediator and mediator in managing the South China Sea disputes, especially in non-traditional security issues such as Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing). Focusing on non-traditional security diplomacy may help minimize the impact of conflicts and enhance cooperation in the South China Sea region.

References

Akmal, A., & Pazli, P. (2015). Strategi Indonesia Menjaga Keamanan Wilayah Perbatasan Terkait Konflik Laut Cina Selatan pada Tahun 2009-2014 (Doctoral dissertation, Riau University).

Amanda, D. (2017). Strategi Cina dalam mempertahankan" klaim" kedaulatan atas Kepulauan Paracel dan Spratly terkait konflik Laut Cina Selatan.

Arifianto, A. (2018). Politik Indonesia Dalam Konflik Laut Cina Selatan Blok Natuna. Prosiding Konferensi Nasional Ke-7 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APPPTMA).

Chalid, A. M., Heryadi, D., Suparman, N., & Surdirman, A. (2016). Peran ASEAN Merespons Kerja Sama Militer Amerika Serikat dan Filipina Terkait Konflik Laut Cina Selatan. Intermestic: Journal of International Studies, 1(1), 5-22.

Haffsari, P. P., & Kurniawan, Y. (2018). Peran Kepemimpinan Indonesia dalam Pengelolaan Sengketa Laut Cina Selatan. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 4(1), 55-77.

Harini, S. (2011). Kepentingan Nasional China Dalam Konflik Laut Cina Selatan. Transformasi, 14(21).

Harahap, A. B., & Afrizal, A. (2016). Upaya Asean Dalam Menyelesaikan Konflik Laut Cina Selatan Tahun 2010-2015 (Doctoral dissertation, Riau University).Itasari, E. R., & Mangku, D. G. S. (2020). Elaborasi Urgensi Dan Konsekuensi Atas Kebijakan Asean Dalam Memelihara Stabilitas Kawasan Di Laut Cina Selatan Secara Kolektif. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN, 5(2), 143-154.

Laksmi, L. G. C. S., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2022). Peran Indonesia dalam Penyelesaian Sengketa Internasional di Laut Cina Selatan. Jurnal Komunitas Yustisia, 5(2), 225-242.

Laksmi, L. G. C. S., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2022). Peran Indonesia dalam Penyelesaian Sengketa Internasional di Laut Cina Selatan. Jurnal Komunitas Yustisia, 5(2), 225-242.Nugraha, A. A. (2011). Manuver Politik Cina dalam Konflik Laut Cina Selatan. Jurnal Pertahanan, 1(3), 56.

Muslimah, F., & Adi, D. P. (2020). Analisis Konflik Kepulauan Natuna Pasa Tahun 2016-2019. Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam, 2(2), 87-96.

Prabowo, E. E. (2013). KEBIJAKAN DAN STRATEGI PERTAHANAN INDONESIA (Studi Kasus Konfl ik Di Laut Cina Selatan). Jurnal Ketahanan Nasional, 19(3), 118-129.

Rosyidin, M. (2015). Mengapa Tidak Berperang? Norma Politik Luar Negeri Cina dan Konflik Laut Cina Selatan. Andalas Journal of International Studies (AJIS), 1(2), 137-151.

Sendow, A. M. (2023). Dampak Hukum Konflik Laut Cina Selatan Terhadap Perdagangan Lintas Batas Menurut Hukum Laut Internasional. Lex Privatum, 11(3).

Setiawan, A. (2017). Keamanan Maritim di Laut Cina Selatan: Tinjauan atas Analisa Barry Buzan. Jurnal Keamanan Nasional, 3(1), 35.

Sudira, I. N. (2014). Konflik Laut Cina Selatan dan Politik Luar Negeri Indonesia ke Amerika dan Eropa. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 10(2).Tandungan, E. S. (2020). Sengketa Laut Cina Selatan Dalam Perspektif Hukum Internasional. Paulus Law Journal, 1(2), 88-98.

Sugiarti, P. I. (2020). Pengaruh Konstruksi Berita Media Online Xinhua Terhadap Eskalasi Konflik Laut Cina Selatan Tahun 2016-2017. Surabaya: Fisip UIN Sunan Ampel.

Waluyo, B. D. (2020). Cina dan Vietnam: Ketiadaan Konflik Terbuka di Laut Cina Selatan. Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 5(02), 319-333.

Downloads

Published

2023-12-28

How to Cite

Aprianto Trianggoro Putro, Endro Legowo, Panji Suwarno, Pujo Widodo, & Achmed Sukendro. (2023). Indonesian Leadership Policies and Strategies In Facing The South China Sea Conflict. International Journal Of Humanities Education and Social Sciences, 3(3). https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i3.802

Issue

Section

Social Science